STMicro Adds Wireless Capability to its Smart-Meter Chipset

first_imgSTMicroelectronics has added wireless communication capabilities to its market-proven smart-meter chipset for smart cities. Already widely used in smart electricity meters, ST’s ST8500 powerline communication (PLC) chipset can now communicate through existing power cables or RF waves.Where power lines may be too noisy for PLC, or where local regulations dictate, equipment makers can now implement wireless and PLC quickly and efficiently using the ST8500. In addition, the built-in RF capability lets equipment designers leverage the ST8500’s high feature integration and ease of use in other smart devices such as gas and water smart meters, environmental monitors, lighting controllers, and industrial sensors.ADD Grup, a European smart-metering solutions company, is the first to announce new hybrid PLC/wireless products that contain this enhanced chipset. According to the company’s Head of Sales and Marketing, Ruslan Casico, with wireless support now fully integrated in the ST8500 firmware, ST’s chipset is the perfect platform to enhance network performance, reliability, capacity, and scalability for the innovative electricity meters. The hybrid PLC/wireless connectivity of these new products has helped ADD win important metering projects in EMEA, Russia, and Asia.According to Domenico Arrigo, General Manager, Industrial and Power Conversion Division, STMicroelectronics, ADD Grup is leading the deployment of ST’s chipset in the next generation of smart meters. By supporting RF communication alongside the leading PLC protocols, the market-proven chipset enables smart city and industry infrastructures worldwide to deliver more of their potential for saving the planet’s resources and enhancing control and efficiency.Technical Information:By embedding support for RF Mesh at the physical (PHY) layer and in the data-link layer (Media Access Control, MAC, and 6LoWPAN) firmware, the ST8500 gives developers extra flexibility to leverage the strengths of combined powerline and wireless mesh networking for communication between smart nodes and data collectors. Unlike simple point-to-point links, hybrid mesh networking interconnects nodes extensively to create more reliable and fault-tolerant connections and extend communication distances.ST is continually enhancing its ST8500 programmable system-on-chip and companion STLD1 line driver to update and extend functionality. Earlier in 2019, the ST8500 was certified in accordance with the latest PRIME 1.4 base node and G3-PLC CENELEC B PAN coordinator specifications, in addition to existing protocols, enabling use in a wider variety of PLC-network node types. ST’s certified solutions enable device manufacturers to gain product approval and deploy quickly and easily in territories worldwide.ST also recently introduced a complete turnkey development package to help users create G3-PLC nodes for smart-energy, smart-building, smart-city, and similar applications. The package supports ST’s EVALKITST8500-1 evaluation kit and provides a full open-source firmware framework including protocol stacks, the 6LowPAN adaptation layer for IPv6, and protocol-engine and real-time engine firmware images. The package also includes an STM32 application example and the STSW-SGKITGUI SmartGrid LabTool GUI for configuring and controlling the EVALKITST8500-1 hardware, running application commands, and applying firmware upgrades.The chipset is now in production. ST is also exhibited and demonstrated the ST8500 chipset and smart-meter, smart-home and building, and smart-infrastructure customer solutions at the European Utility Week in Paris from November 12-14.last_img read more

Waduh! 94 Persen Pencopet di India Adalah Wanita

first_imgSumber: okezone.com Negara dengan kota-kota yang padat penduduk umumnya mempunyai problem sosial pada warganya. Seperti salah satu yang mencuat adalah tingginya angka kriminalitas. Di India misalnya, negara dengan populasi penduduk 1,3 miliar ini cukup marak angka kriminalitasnya, mulai dari perkosaan sanpai copet di India sudah menjadi momok tersendiri, terlebih pada aksi copetnya yang ternyata dominan dilakukan oleh kaum hawa.Baca juga: Jurus Selamat Hindari Aksi Pencopetan di Moda Transportasi MassaDi India, pada tahun 2017 dilaporkan sebanyak 1392 kasus pencopetan terjadi di Delhi Metro. KabarPenumpang.com melansir dari laman timesofindia.indiatimes.com, Central Industrial Security Force (CISF) mengambil langkah untuk menurunkan jumlah tersebut. Setelah CISF melakukan langkah terbarunya, tahun 2018 dilaporkan hanya 497 kasus. Dari kasus di atas, pada tahun 2018 dilaporkan pelakunya 94 persen adalah wanita, melonjak dari tahun 2017 yang keterlibatan wanita sebagai pencopet di angka 85 persen. CISF menjaga keamanan metro dengan mengidentifikasi tersangka dengan menurunkan anggotanya lewat operasi intelijen dan pengawasan lebih terpadu dengan kamera pengawas (CCTV).Nantinya, petugas keamanan dapat menghentikan terduga pencopet sebelum masuk ke lokasi pintu masuk stasiun. Seorang pejabat senior CISF mengatakan anggotanya diturunkan di 236 stasiun metro India dan menambah personel baik pria maupun wanita di tempat-tempat rentan.Pihak kepolisian juga mengambil langkah menghadirkan pasukan khusus untuk melakukan pemeriksaan di stasiun metro dengan target favorit adalah kelompok-kelompok pencopet. Para polisi tersebut menggunakan pakaian biasa dan bergerak di dalam serta di sekitaran stasiun untuk mengawasi pencopet.Para pencopet yang kebanyakan wanita ini sebagian besar berasal dari pusat kota Delhi dan berbagi modus operandi yang sama. Bagi para penumpang dan wisatawan yang menumpang kereta telah diingatkan untuk berhati-hati jika merasakan perilaku tak wajar dari beberapa atau seorang wanita.Seorang polisi senior mengatakan, banyak pria yang menggunakan pakaian wanita dan masuk ke gerbong wanita. Hal ini dikarenakan wanita lebih banyak membawa barang-barang mahal ketimbang pria. Mereka menggunakan pakaian salawar dan menutupi kepala mereka serta membawa bayi sehingga benar-benar terlihat seperti wanita.Baca juga: Biar Tidak Kecopetan, Yuk Kenali Ciri-Ciri Terduga CopetModus lainn, wanita yang menjadi pencopet tak hanya membawa bayi tetapi juga bepergian berkelompok. Saat jam sibuk salah seorang dari mereka membuka ritsleting tas dan mencari momen yang tepat, kemudian pelaku lainnya dari kelompok itu mengambil barang berharga dan memberikan kepada yang lainnya. Para pencopet ini biasanya naik metro dari stasiun yang hampir kosong dan turun di stasiun yang ramai. Beberapa dari mereka bahkan berkeliaran di atas peron untuk menyerahkan barang curian kepada anggota geng lain.Ponsel dan laptop menduduki daftar barang curian. DCP (metro) Dinesh Kumar Gupta mengatakan tim polisi khusus juga memiliki tugas menganalisis setiap titik di dekat stasiun. Pihak keamanan berupaya memastikan keselamatan wanita di dalam dan di sekitar stasiun.Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… RelatedTingkat Pelecehan Seksual di Udara Meningkat, Dua Maskapai India Perkenalkan “Pink Rows”13/12/2018In “Featured”Curi Mangalsutra, Wanita ini Nekat Lompati Seberang Peron!29/10/2018In “Darat”Istilah ‘Chikan’ Masuk Kamus Internasional Berkat Tingginya Angka Pelecehan Seksual di Kereta Jepang16/05/2018In “Darat”last_img read more